6 Energi Terbarukan Ramah Lingkungan

Energi terbarukan mengacu pada energi yang berasal dari sumber pengisian alami yang hampir tidak pernah habis, seperti sinar matahari, angin, air (tenaga listrik tenaga air), panas bumi, dan biomassa. Tidak seperti bahan bakar fosil, yang terbatas dan berkontribusi terhadap perubahan iklim, sumber energi terbarukan memiliki emisi gas rumah kaca yang minimal atau tidak sama sekali, menjadikannya pilihan yang lebih bersih dan lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi kita.

Energi terbarukan menawarkan beberapa keuntungan, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca, kemandirian energi, penciptaan lapangan kerja, dan potensi pembangkit listrik terdesentralisasi. Seiring kemajuan teknologi dan peningkatan skala ekonomi, sumber energi terbarukan menjadi semakin hemat biaya dan bersaing dengan bahan bakar fosil, mendorong transisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

Berikut 6 jenis Energi Terbarukan yang akan menjadi sumber energi di masa depan:

  1. Solar Energy: Tenaga surya melibatkan penangkapan energi dari sinar matahari menggunakan sel fotovoltaik atau kolektor panas matahari. Sel fotovoltaik mengubah sinar matahari langsung menjadi listrik, sementara pengumpul panas matahari menggunakan panas matahari untuk menghasilkan uap, yang menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik.
  2. Wind Energy: Turbin angin menangkap energi kinetik angin dan mengubahnya menjadi listrik. Gerakan memutar bilah turbin menggerakkan generator, menghasilkan daya bersih. Ladang angin, yang terdiri dari beberapa turbin, sering dipasang di daerah berangin di darat atau lepas pantai.
  3. Hydroelectric Power: Tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Air dihasilkan dengan memanfaatkan gaya gravitasi air yang jatuh atau mengalir. Bendungan dibangun untuk membuat reservoir, dan air yang dilepaskan dari ketinggian yang lebih tinggi ke ketinggian yang lebih rendah menggerakkan turbin, menghasilkan listrik.
  4. Geothermal Energy: Energi panas bumi memanfaatkan panas dari inti bumi. Ini melibatkan penyadapan uap alami atau reservoir air panas di bawah tanah untuk menghasilkan listrik atau menyediakan pemanas dan pendingin.
  5. Biomass Energy: Biomassa mengacu pada bahan organik yang berasal dari tumbuhan atau kotoran hewan. Biomassa dapat dibakar langsung untuk menghasilkan panas atau diubah menjadi biogas atau biofuel untuk pembangkit listrik atau transportasi.
  6. Tidal Energy: Tenaga pasang surut memanfaatkan energi dari naik turunnya pasang surut laut. Turbin pasang surut ditempatkan di daerah dengan arus pasang surut yang kuat, dan saat air pasang masuk dan keluar, turbin berputar, menghasilkan listrik.

Trending Artikel